Home / Kuliner / Nasi Megono Khas Pantura, Jawa Tengah

Nasi Megono Khas Pantura, Jawa Tengah

Nasi Megono adalah makanan khas dari daerah pantura Jawa Tengah. Makanan ini biasa ditemukan dan sangat familiar di daerah Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, sampai Kabupaten Pemalang. Megono berasal dari daerah Kota Pekalongan, karena makanan ini paling banyak ditemukan di warung-warung sepanjang jalan di Pekalongan.

Nasi Megono terdiri dari nasi yang diatasnya diberikan cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa. Beserta bumbu-bumbu lainnya. Nasi megono biasa disajikan dengan mendoan yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang.

sumber:google.co.id

Segomegono, adalah makanan yang berbentuk utama nasi dengan lauk dan sayuran “include dan inherent” di dalamnya. Dari segi bahasa Sego artinya nasi sedangkan megono kalau ditelusuri tidak ada akar kata asli Jawa tentang kata tersebut. Ada kemungkinan bahwa megono berasal dari kata mego (Tulisannya mega- red) yang berarti awan/mega dan gegono (Tulisannya gegana- red) yang berarti angkasa. Jadi bila dirangkai menjadi kalimat mungkin akan berbunyi : Megono = Mego ing Gegono.

sumber : Tanahnusantara.com

Zaman dulu, sesaji ini dibawa ke daerah bawahan Mataram Kuno, termasuk Pekalongan.

Di daerah pantura, sesaji ini juga dipakai untuk sedekat Dewi Sri, penguasa padi. Ini agar hasil padi melimpah dan makmur. Jadi saat itu tumpeng megono diadakan untuk sesajian pada Dewi Sri. Ini di Zaman Hindu.

Masuknya Islam pada jaman Mataram mengubah tampilan megana karena biasanya megana diadakan untuk acara tahlil, tahmid di masjid-masjid. Setelah itu bukan lagi untuk sesaji melainkan dibagikan untuk makan bersama-sama. Isinya masih tetap sama. Malah ada sekul wajar, yaitu sego ambeng dengan lauk pauk dan sego liwet yang nasinya dikukus dengan santan, ditambah ayam atau telor yang digudeg.

sumber:a lot of stories from Zakia

Kalau dulu jadi sesaji, bahkan dilarung ke laut, maka sego ambeng biasanya dibawa pulang dan tumpeng megono dibagi untuk dimakan bersama di masjid kalau ada acara peringatan.

Zaman sekarang megono bukan hanya dibuat untuk tumpeng di acara agama, melainkan sudah menjadi bagian dari industri makanan yang menggiurkan.

sumber : cinta pekalongan

Megono Pekalongan mudah dibuat dan rasanya khas. Bentuknya tak lagi tumpeng tetapi berubah menjadi nasi bungkusan kecil dari daun pisang atau jati dengan gereh (ikan asin) serta tempe mendoan. Di Jalan Urip Soemoharjo, Pekalongan Barat banyak sekali dijumpai penjual nasi megono yang khas ini.

Sumber : wartakota.tribunnews.com; wikipedia, alwilwul.blogspot.co.id

About yudhi nurdiyansyah

Check Also

Tuttonero Cafe, Tongkrongan Baru di Barat Jakarta

Keberadaan sebuah cafe yang bisa dijadikan tempat hangout kalangan muda kian menjamur di kota-kota besar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *