Home / Blog / Gunung / Liputan Trip : Pendakian Gunung Slamet Part 3 Via Blambangan

Liputan Trip : Pendakian Gunung Slamet Part 3 Via Blambangan

foto : ig @emyebpj

Keindahan Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3428 Mdpl ini membuat Backpacker Jakarta kembali mengadakan Trip Pendakian gunung slamet untuk yang ke 3 kalinya. Pendakian kali ini dikoordinir oleh Yusuf, Arlan, Emye & Ramdhan dengan biaya sharecost sebesar Rp 260.087 / peserta.

Ini dia Para CP TRip slamet 3

Gunung Slamet sendiri sebenarya terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Slamet juga adalah gunung tertinggi yang ada di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.

foto : ig @emyebpj

Jalur pendakian standar adalah dari Blambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Jalur populer lain adalah dari Baturraden dan dari Desa Gambuhan, Desa Jurangmangu dan Desa Gunungsari di Kabupaten Pemalang. Selain itu ada pula jalur yang baru saja diresmikan tahun 2013 lalu, yaitu jalur Dhipajaya yang terletak di Kabupaten Pemalang.

Foto bersama didepan Gerbang

Jalur yang kita pilih masih sama seperti part sebelumnya yakni jalur BLambangan Purbalingga Jawa tengah karena umum dilalui pendaki. Namun banyak para pendaki mengatakan jika Jalur pendakian lainnya yang bagus adalah adalah melalui jalur objek wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal karena pemandanganya yang berbeda.

Jalur pendakian via Blambangan

Keberangkatan dimulai dari Titik temu alias meeting point yang berlokasi di sekretariat Backpacker Jakarta Cawang hari Jumat tangal 6 juli 2017. Pukul 21.00 kami akhirnya berangkat dengan menyewa bus ac kapasitas 31 menuju gunung Slamet Purbalingga Jawa tengah.

Makan2 dulu dipos 1

Perjalanan kali ini cukup lancar dan tidak mengalami kemacetan sehingga kami tiba di basecamp Slamet lebih awal yakni pukul 07.30 pagi hari. Saat itu cuaca tidak terlalu cerah karena diselimuti kabut tebal yang terlihat disemua pandangan mata. Menurut pedagang setempat sebenarnya cuaca dalam 2 minggu terkahir cukup cerah dan tidak hujan hanya hari itu bau terlihat adanya kabut.

Bersantai di warung Pos 2

Semua peserta mengisi perut terlebih dahulu di warung-warung yang ada di depan basecamp sekaligus memacking ulang agar lebih rapi dan semua kebutuhan bisa dibawa nanjak. Tepat pukul 09.30 kami akhirya memulai pendakian gunung slamet tak lupa kita berdoa bersama agar diberi kelancaran maupun keselamatan. Alhamdulilah cuaca disekitar basecamp mulai nampak cerah dengan munculnya matahari menyinari kawasan slamet pagi itu.

Jajanan di warung-warung Pos

Oh ya untuk simaksi gunung slamet per Juni 2017 mengalami perubahan baik dari sei biaya maupun jalur awal pendakian. Untuk biaya simaksi sendiri yang awalnya Rp 10.000 berubah menjadi 20.000 dengan rincian adanya biaya ansuransi,simaksi dan biaya penanaman Pohon sebesar rp 5000. Penanaman pohon dilakukan oleh semua pendaki yang akan mendaki selamet sehngga setiap pendaki wajib membawa 1 bibit tanaman yang bisa ditanam dijalur-jalur yang sudah ditentukan atau dititipkan dipos pandang.

Jangan Lupas Sholat meski mendaki

Jalur lama pendakian slamet via perkebunan warga sudah jarang dilalui sehingga kita harus melalui jalur Gardu Pandang yang memiliki jalan berbatu sampai pos bayangan sebelum pos pertama. Pendaki tidak perlu khawatir mengenai makanan mengingat disepanjang jalur sudah tersedia warung-warung penjual makanan & minuman seperti Pos 1, Pos 2, Pos 3, Pos 5 & Pos 7. Jalur tempuh setiap pos berbeda-beda namun track yang dilalui hampir sama yakni tanah dan hutan lebat namun tetap terus menanjak.

Pos 4 gakda warung ya karna rada angker

Pendakian Gunung Slamet Via Blambangan Purbalingga memiliki 9 pos pendakian dan 1 pos bayangan dan Pos tersebut adalah :

Basecamp Blambangan

– Pos Gardu Pandang : 30 menit
– Pos Bayangan : 30 menit
– Pos 1 : 30 menit
– Pos 2 : 90 menit
– Pos 3 : 80 mnit
– Pos 4 : 40 Menit
– Pos 5 : 35 menit
– Pos 6 : 20 menit
– Pos 7 : 20 menit
– Pos 8 : 10 menit
– Pos 9 : 20 menit

Puncak Slamet

Total Estimasi Pendakian adalah 6 – 7 Jam Pendakian (Pendakian Sedang dengan estimasi istirahat 3-5 menit). Alhamdulilah selama tracking cuaca cukup cerah dan sebagain teman-teman BPJ sudah ada yang sampai pos 7 tempat kita camp pukul 15.00 lebih cepat dari temen-temen lainya. Pendakain kali ini dibagi kedalam 3 rombongan yakni rombongan Cepat, rombongan Sedang dan rombongan lambat.

Tantangan mendaki itu Ngantuk

Saat itu banyaknya pendaki yang melakukan pendakian membuat banyak pendaki khawatir tidak mendapatkan camp area dan alhasil kita juga berlomba mendapatkan camp area yang terbaik dan dekat dengan puncak. Pendakian Slamet part 3 sama seperti sebelumnya yakni hanya satu kali camp saja sehingga pos yang kita pilih untuk camp adalah pos 7 yang merupakan pos terakhir tempat strategis mendirikan tenda.

Pos 5 ada mata air

Kami kurang beruntung karena tidak kebagian tempat camp yang saat itu kondisinya sudah sesak dengan tenda pendaki lainya sehingga Yusuf salah satu CP yang tiba lebih awal memutuskan untuk menginap digardu pos yang kebetulan saat itu kosong. Gardu pos 7 memang jarang dihuni oleh pendaki karena lebih memilih mendirikan tenda. Setelah dibereskan dan dibersihkan ternyata area gardu pos bisa menampung banyak orang bahkan kita bisa memasak didalam gardu pos.

Camp dimana saja karna keabisan lapak

Pos 6 menuju kepos 7

Rombongan yang jalanya sedang akhirnya tiba dipos 7 pukul 17.00 sore sementara rombongan yang mendaki pelan tiba pukul 18.30 mahgrib dan kebetulan cuaca malam itu hujan rintik-rintik. Beruntung kami bisa beristiahat didalam gardu pos karna aman dari hujan dan angin plusnya kita bisa bercengkrama bersama-sama dan makan malam bersama dalam satu atap.

Istirahat didalam gardu pos 7 slamet

Oh ya karena didalam gardu sudah terisi 22 orang maka agar tidak penuh sesak beberapa temen-temen BPJ akhirnya mendirikan tenda tepat disebelah pos gardu namun tenda yang didirikan berkapasitas 2-3 orangsaja. Pukul 21.00 akhirnya hujan mereda dan bulan sudah menampakan sinar terangnya menemani pemandangan kota purbalingga yang sangat indah.

Antusias temen-temen BPJ sungguh luar biasa terlebih ingin segera sampai puncak. Tak heran jika pukul 02.30 sebagian sudah bersiap dengan perlengkapan summitnya.

Bersambung ke part selanjutnya

Perjalanan Menuju Puncak

 

About Mr Edoy -

Follow Instagram @emyebpj Web Developer & Traveller Blogger

Check Also

Ini Dia Kronologi Resmi Hilang Nya Siti Maryam Di Gunung Rinjani Selama 4 Hari

Pendahuluan Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi ke-2 di Indonesia dan masuk dalam jajaran seven …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *