Home / Blog / Gunung / Liputan Trip Pendakian Gunung Guntur Part #3

Liputan Trip Pendakian Gunung Guntur Part #3

Mahamerunya Jawa Barat, begitu orang – orang menyebutnya, gunung dengan ketinggian 2249 mdpl ini menjadi trip pendakian Guntur part 3 yang diadakan oleh BPJ. Sharecostnya sebesar Rp208.888,-  dan diikuti sebanyak 25 orang peserta dengan didominasi perempuan, namun tidak menjadi halangan, karena para peserta mempunyai fisik yang cukup baik.

Di depan Basecamp Guntur via Citiis

Seperti biasa, perjalanan dilakukan pada hari Jumat, 11 Agustus 2017 dengan mepo pada pukul 21.00 WIB  di sekret BPJ. Buat peserta yang sudah datang lebih awal masih ada waktu untuk bersiap – siap sambil menunggu peserta yang masih dalam perjalanan, hingga akhirnya pada pukul  22.00 WIB peserta pendakian gunung Guntur pun berangkat. Lama Perjalanan diperkirakan 4-5 Jam, dan kami tiba pada pukul 03.45 WIB di basecampe Citiis. Oh iyaa.. sebelumnya jalur pendakian Guntur tidak hanya melewati Citiis saja guys, beberapa pendaki pernah melewati jalur Cikahuripan, yang teryata setelah diketahui jalur Cikahuripan termasuk kawasan Cagar Alam, hingga akhirnya sekarang jalur tersebut ditutup. Masih ada cukup waktu sebelum pendakian dimulai, para peserta diperuntukkan untuk sarapan serta re-packing. Tepatnya pukul 07.00 pendakian Guntur pun dilakukan dan saat itu juga cukup banyak pendaki yang juga akan naik keatas.

Tracking menuju pos 3

Cuaca yang cerah seperti mendukung pendakian Guntur kali ini, diawal perjalanan cukup landai dengan tekstur bebatuan, pemandangan saat itu beberapa pohon dengan menjulang tinggi serta ada beberapa alat berat seperti bekas melakukan penambangan pasir. Setengah jam bebatuan berlalu, tanah – tanah bercampur kerikil kerikil mulai dilalui, agak  berkelok, jalan yang dilalui dari Bascamp sebenarnya cukup lebar masih dapat dilalui mobil. Pada belokan jalan berhenti sejenak, karena tertuju pada buah semangka yang sepertinya segar sekali saat itu. Perhentian diwarung tidak lama, pendakian tetap dilanjutkan, saat itu jalur masih cukup landai serta masih tanah berkerikil.

Tidak jauh dari warung tadi, ada gapura sederhana dengan ucapan “Selamat Datang di Gunung Guntur”, seperti informasi yang sudah banyak diketahui, di Guntur sendiri tanda pos 1 dan pos 2 tidak cukup jelas, yang ada hanya pos 3 sebagai area camp ground para pendaki.  Namun para pendaki membuat patokan tersendiri seperti gapura tersebut bisa saja dianggap pos 1 yang kira – kira memakan waktu dari basecamp hingga 1 jam lamanya. Kemudian setelah melewati gapura tersebut, tekstur  masih berupa tanah kerikil yang akhirnya menemukan beberapa anak tangga untuk turun dan melewati kali kecil.

Tanjakan barulah dimulai dari sini, banyak bebatuan bebatuan besar dan jalan mulai menyempit, langkah – langkah cukup lebar, dan perlu bertenaga ketika menanjak, jalur bebatuan ini cukup panjang dan tentu agak lama, peserta harus lebih berhati- hati karena dikhawatirkan licin. Pendakian ini memakan waktu kira – kira 1,5 jam dengan disebelah kanan ditemani gemericik suara air mengalir hingga akhirnya melewati pohon – pohon besar dan bebatuan tadi dan sinar matahari mulai menyengat, hingga akhirnya pada pukul 09.45 gersangnya tanah Guntur mulai terasa.

Pendakian terus dilakukan hingga akhirnya sampai di pos 3 pada pukul 10.55 WIB , disana semacam tempat simaksi, orang –  orang menyebutnya pos relawan Guntur, jika mempunyai gas kosong dapat ditukarkan dengan stiker dari mereka. Di Pos 3 ini pun ada sumber air, yang tidak hanya bisa untuk memasak namun juga bisa diminum langsung. Kebersihannya sangat dijaga, hingga ada semacam baliho kecil sebagai peringatan jika akan melakukan aktivitas yang mengandung bahan kimia seperti mencuci muka, perlatan pendakian, dan mandi dengan sabun sangat dilarang. Lingkungan disekitar perairan ini awalnya cukup bersih, namun ada pemandangan yang kurang enak, entah siapa yang melakukannya ada banyak sampah – sampah terutama yang sulit di daur ulang tidak dibersihkan, ini membuktikan masih banyak dari kita yang baru bisa menikmati namun belum bisa menjaga dan melestarikan.

Camping Ground – Pos 3

Beristirahat sejenak dipos 3 untuk merenggangkan otot, para peserta, cp dan team back up berunding menentukan tempat membangun tenda, yang akhirnya dibuat tenda di pos 3 bagian atas, dimana tempatnya agak lapang, menimbulkan kekhawatiran jika ada badai, maka tenda akan terkena riuhan angin yang cukup kencang serta panasnya cuaca siang itu cukup mengernyitkan dahi. Hingga akhirnya terik matahari berlalu, malam mulai menampakkan cahaya – cahaya langit, juga dibawah kaki gunung Guntur kerlip lampu perkampungan yang kebanyakan orang sebut City Light menambah indahnya Guntur malam itu.

Acara malam, selain makan bersama peserta pun melakukan Q-Time, memperkenalkan diri satu persatu dengan bauran candaan dan tawa serta ditutup dari pesan cp untuk lekas istirahat, karena dinihari nanti akan melakukan summit.

Semakin malam Guntur, semakin dingin rasanya, membuat yang merasakan agak kesulitan bangun karena dinginnya Guntur saat itu. Akhirnya sekitar pukul 03.30 WIB mempersiapkan diri untuk summit. Karena berita yang beredar bahwa di Guntur rawan kemalingan, bahkan tenda dapat dirusak, sebelum summit semua keril dan barang penting lainnya dijadikan dalam satu tenda yang nantinya dijaga oleh salah satu tema back up, yaitu Om Ono.  Tepat pukul 04.00 WIB summit dimulai, jalan menanjak dengan tesktur  tanah sedikit kemudian didominasi pasir bebatuan yang kali ini lebih banyak. Benar, jika para pendaki yang pernah ke Guntur mengatakan bahwa Guntur merupakan mininya semeru, tekstur tanahnya mirip ketika akan summit menuju mahameru, dimana naik selangkah saja, bisa saja mundur dua langkah, butuh perjuangan bukan 😂. Itulah tantangan jalur summit guntur. Memakan 3 sampai 4 jam lebih lamanya, waktu yang cukup lama, karena selain fokus, juga butuh keseimbangan saat summit Guntur ini.

Menikmati Sunrise Guntur

Beberapa sudah menuju puncak satu Guntur, beberapa masih melakukan tracking, hingga akhirnya perlahan warna jingga itu terbit, yang dilengkapi dengan puncak Cikuray dan perlahan awan – awan bergumul sesukanya, menjadi pemandangan apik tersendiri bagi yang melihat.

Akhirnya semua peserta sampai dipuncak sekitar pukul 07.50 WIB, beristirahat sejenak, melihat pemandangan puncak dua Guntur, yang menjulang tinggi begitu gagah dengan sabana yang menyegarkan matanya. Semua terbayar tuntas rasa letih dengan panorama yang diperlihatkan.

Puncak 1 Guntur

Momen pengambilan gambarpun tak terlewatkan, hingga tidak terasa matahari mulai naik, sekitar pukul 10.30 WIB akhirnya memutuskan turun kembali ke camp. Tantangan bukan hanya ketika summit, melainkan ketika turun dari puncak pun tidak kalah serunya. Jalur ketika summit dan turun berbeda, dimana harus melewati jalur yang mempunyai kemiringan kira kira 60° ditambah bebatuan dan pasir yang ada disana cukup memacu adrenalin, seperti bermain sky board, tidak perlu banyak langkah kaki, bebatuan – bebatuan tersebut akan mendorong tubuh untuk bergerak. Perlu kehati hatian juga pada turun puncak ini, karena sering ada beberapa bebatuan yang cukup besar jatuh dari atas. Waktu yang dilalui pun tidak lama, hanya butuh waktu 1 jam dibandingkan ketika perjalanan summit.

Trekking ketika turun dari puncak 1 Guntur

Tepat pada pukul 11.20 semua tiba di camp kembali, mengisi perut yang sudah berdendang sedari sampai dipucuk,  kemudian packing untuk persiapan turun. Pukul 13.30, semua beranjak meninggalkan camp pos 3. Dalam perjalanan kali ini memakan waktu sekitar 2,5 sampai 3 jam lamanya, lebih lama dari perkiraan waktu yg ditentukan, tak lain karena ada kendala kecil dari rombongan yang mengalami cidera pada tulang ekornya. Tiba di basecamp tepat pada pukul 16.00 dengan selamat walaupun pada track sempat melakukan perhentian di warung – warung yang menyuguhkan gorengan juga  buah – buahan seperti semangka dan melon. Setelah semua terselesaikan dari bebersih diri tepat pada pukul 17.00 semua menaiki bus untuk kembali ke Jakarta. Hingga pada pukul 22.30 WIB tiba di Sekre BPJ, satu persatu peserta pamit dengan peserta lainnya untuk kembali melanjutkan pulang ke rumah masing – masing. Pendakian Gunung Guntur part 3 ini sangat berkesan dimana semua saling bahu membahu.

Testimoni :

Budi #22 :  Para Cepenya perhatian, tidak meninggalkan peserta, trip yang menyenangkan ditambah ada bang shoim dengan dronenya, bahagia pake banget.

Fira#1 : CPnya friendly banget, asik, menjaga. Kompak dari awal  kumpul di secret, nanjak sampai turun lagi. Semua sama rata enjoy.

About Afra

IG : afraa03

Check Also

Chapter 1 : Liputan Trip Pendakian Perdana Gunung Kerinci, Gunung Hulu Sangir dan Danau Gunung Tujuh, Jambi

Gunung Kerinci (dieja “Kerintji”) dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) yang merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *