Home / Blog / Pantai / Legenda, Mitos Dan Pesona Yang Ditawarkan Pantai Watu Ulo Jember

Legenda, Mitos Dan Pesona Yang Ditawarkan Pantai Watu Ulo Jember

Halo Travelers!

Yuk,  Kita mulai lebih mengenali Indonesia lagiii!

Kita mulai dari Indonesia bagian mana ya? Pulau mana dulu nih yang bakal kita cari tau dan telusuri? Kota mana pula yang bakal kita kupas lebih dalam kali ini? Penasaran pastinya kan Travelers??

Yuk Simak yaa!!

Travelers, setelah kemarin kita PUAS cari tau dan telusuri keindahan Indonesia di Pulau Sumatera, yaitu di Sumatera Utara mulai dari “Wisata Istana Maimun dan Prasasti Meriam Puntung Yang Melegenda Di Medan” lalu “Aek Sijorni, Air Terjun Berundak Nan Indah Di Tapanuli Selatan Sumatera Utara” dan “Salju Dolok Tinggi Raja, Kawah Putih Cantik Khas Sumatera Utara”, sekarang saatnya kita telusuri Pulau Jawa yaa (berasa pulkam nih hihi).

Eitss, tapi kali ini Pulau Jawa bagian mana ya yang akan ditelusuri, Travelers?? Yaps, Yuk mulai cari tau dan telusuri keindahan Indonesia di Jawa Timur tepatnya di Jember yaa!! Disini ada pantai eksotik yang menyimpan Legenda, Mitos Dan Pesonanya menjadi sesuatu yang dapat menarik wisatawan untuk mengunjunginya. Ayo pantai manakah itu, Travelers??

Yaps, pantai itu adalah Pantai Watu Ulo. Mau tau “Legenda, Mitos Dan Pesona Yang Ditawarkan Pantai Watu Ulo Jember” ? Yuk simak yaaa, Travelers!! (Harus serius yaa nyimaknya, anggap saja lagi denger curhatan pacar..hihi).

Pantai Watu Ulo
Sumber : Merdeka.com

Pantai Watu Ulo adalah sebuah pantai yang terletak di pantai selatan Jawa Timur, tepatnya di desa Sumberejo, kecamatan Ambulu, Jember, kira-kira 40 km di sebelah selatan kota Jember. “Watu Ulo” berarti “batu ular” dalam bahasa Jawa. Nama ini mengacu pada rangkaian batu karang yang memanjang dari pesisir pantai ke laut. Selama ini Watu Ulo telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik dari daerah Jember maupun di luar Jember.

Daya tarik lainnya, setiap tanggal 1 sampai 10 Syawal, setelah Lebaran, diadakan pekan raya dengan acara hiburan dan penjualan hasil kerajinan nelayan setempat. Upacara Petik Laut atau Larung Sesaji atau juga “Hari Raya Ketupat” diadakan setiap tanggal 7 Syawal. Dalam upacara ini masyarakat nelayan setempat melemparkan sesaji ke laut. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa terimakasih.

Selain itu juga daya tarik dari keindahan pantai serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya, menjadikan ciri khas dari pantai Watu Ulo menjadi sangat istimewa. Hal itu yaitu susunan batu panjang yang menjorok ke pantai dan menyerupai bentuk ular itu. Keunikan struktur batu tersebut memunculkan banyak legenda serta cerita mengenai asal-usulnya.

Legenda, Mitos Dan Pesona Yang Ditawarkan Pantai Watu Ulo Jember memanglah telah menjadikan pantai indah di selatan Jawa Timur ini destinasi wisata yang wajib dikunjungi Travelers! Namun, sebelumnya Yuk Travelers kita cari tahu dulu soa kaitan antara Legenda, Mitos yang berkembang luas di masyarakatnya yaa! Yuk simak asal usul dari Pantai Watu Ulo Jember ini.. (*Siap-siapin telinga buat denger dan alat tulis kalau perlu yaa, buat nyatet! Hihi).

Konon pada zaman dulu disana hiduplah sepasang suami istri yang  bernama Aki dan Nini Sambi. Pasangan terebut lalu mengangkat seorang putra dan diberi nama Joko Samudera.  Layaknya keluarga yang butuh makan sehari-hari, mereka pun berbagi tugas, ayah ibu tugasnya mencari kayu bakar di  bukit-bukit sekitar pantai. Sedangkan anaknya yang bernama Joko Samudera  mencari ikan di laut.

Nah singkat cerita, suatu hari Aki dan Nini Sambi yang  sedang mencari kayu bakar di hutan  mendengar suara tangis bayi.  Mereka pun mencari sumber suara tersebut dan  menemukan seorang bayi lelaki yang sendirian . Tak tega melihatnya,  Nini Sambi langsung jatuh hati dan merawatnya. Pasangan itu pun kemudian memberi nama bayi tersebut dengan nama Marsudo.

Pada suatu hari selanjutnya, bukan Joko Samudera yang ditugasi memancing ikan, melainkan Marsudo. Ketika memancing, Marsudo berhasil mendapatkan ikan yang sangat besar, dan ternyata ikan tersebut bisa bicara dan bernama Raja Mina. Lalu, Raja Mina meminta Marsudo untuk melepaskan kait pancingnya karena melukai mulutnya dan sebagai gantinya Raja Mina akan mengabulkan apapun permohonan Marsudo padanya.

Merasa kasian pada raja Mina, akhirnya Marsudo pun melepaskan kait pancingnya. Dan sesampainya di rumah, Marsudo malah dimarahi oleh kedua orang tua angkatnya karena tak membawa ikan. Apalagi Ayah Marsudo tau kalau secara sengaja Marsudo telah melepaskan ikan besar (Raja Mina) yang dia pancing begitu saja. Akhirnya, Ayah Marsudo meminta Joko Samudera menggantikan adiknya untuk memancing ikan.

Singkat cerita, bukannya Ikan yang didapatkan Joko Samudera, melainkan ular raksasa yang terkait di pancingnya. Ular raksasa ini kemudian mengamuk karena kait pancingnya Joko Samudera melukai tubuhnya. Dalam duel sengit keduanya tak mau menyerah, melihat sang  kakak berjibaku mati-matian melawan ular sangat besar tersebut, akhirnya Marsudo berinsiatif memanggil Raja Mina ikan besar yang dia selamatkan.

Marsudo menagih janji Raja Mina untuk memenangkan kakaknya melawan sang ular raksasa. Mendengar permintaan Marsudo, Raja Mina pun memberinya sebatang cemeti.  Ikan yang bisa berbicara itu berpesan kepada untuk memukul  dua kali, maka tubuhnya akan terbelah jadi tiga. Pisahkan ketiga bagian tubuhnya ke tiga tempat, hingga dia tidak bisa bersatu. Kalau bersatu  dia akan  hidup kembali. Dan ular itu pun bisa ditaklukkannya.

Saking besarnya, tiga bagian ular raksasa itu terpencar. Masyarakat percaya, jika bagian badannya dari ular raksasa tersebut berada di Pantai Watu Ulo Jember, bagian kepalanya berada di Grajakan Banyuwangi, dan bagian ekornya berada di Pacitan. Potongan tubuh Ular raksasa itulah yang kemudian hingga saat ini dipercaya menetap di pantai Watu Ulo dan menjelma menjadi batu-batuan yang menjorok ke laut.

Meski mitos ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah, fakta-fakta unik seperti panjang batunya yang menyerupai  seperti badan ular dan susunan batunya terlihat bersisik telah menjadi cerita tersendiri dan menjadi daya tarik dari pantai ini. Panjangnya batu yang menjorok ke pantai dan berada di atas pasir adalah sekitar 500 meter. Sedangkan besar watu ulo yang berada di bawah pasir masih belum diketahui hingga kini.

anitatraveling

Sumber : anitatraveling

Yaps, Travelers! Meski sebenarnya banyak versi dari legenda dan mitos pantai Watu Ulo Jember ini, fenomena unik alam seperti Watu Ulo ini tentunya akan sangat menarikkan untuk digali, seperti halnya menggali kekayaan dari kebudayaan masyarakat Indonesia. Nah, jadi bagi Travelers yang ingin membuktikan semirip apa batu memanjang tersebut dengan tubuh ular, datanglah ke Pantai Watu Ulo di Jember, Jawa Timur yaaa!

Created by : Fitri Yuhana

30 November 2016

About admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Check Also

Liputan Trip Eksplore Pacitan part 5 Backpacker Jakarta

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *