Home / Blog / Kesakralan Gunung Munara

Kesakralan Gunung Munara

Bosan dengan pekerjaan? Ingin liburan, tetapi tak punya banyak waktu ? mungkin liburan ke Gunung Munara adalah Solusinya. Gunung Munara pada hakikatnya adalah sebuah bukit dengan ketinggian 1119mdpl (ada yang menyebutnya 800mdpl, red). Disamping hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam tuk sampai ke puncaknya, tempat ini juga menyajikan suasana pemandangan yang indah. Selain itu, tempat ini juga sangat kental dengan kesakralannya bagi warga sekitar, dimana sebelum dijadikan obyek wisata tempat ini merupakan tempat untuk berziarah.

WP_20150607_14_48_14_Pro

Terlepas dari kesakralan, Gunung Munara dapat dikategorikan sebagai alternatif wisata yang menggugah selera. Dibalik keramatnya, gunung ini menyimpan keindahan yang memanjakan mata. Dikelilingi pepohonan rimbun, persawahan yang hijau, ketinggian yang dapat dijangkau oleh hampir semua usia, ditambah lagi jika berkunjung di musim buah durian, menjadi bonus dalam bertualang ke lokasi ini.

Gunung Munara terletak di Desa Kampung Sawah Kecamatan Rumpin Bogor. Untuk sampai ke tempat ini cukup mudah, arahkan kendaraan menuju pasar parung. Setelah sampai pasar parung, arahkan kendaraan kearah Ciseeng sampai ketemu pertigaan. Kemudian belok kanan kearah rumpin. Terus ikuti jalan sampai menemukan jembatan kali Ciliwung. Tidak jauh dari jembatan Ciliwung, cari plang Situs Gunung Munara yang berada disebelah kiri. Ikuti arahnya sampai tiba diparkiran.

WP_20150607_13_29_09_Pro

Tidak seperti Gunung Gede ataupun Gunung Salak, puncak gunung Munara bisa dicapai hanya dengan one day trip atau bahasa kerennya tektok dan cocok untuk pendaki pemula. Tetapi, meskipun bisa dicapai dengan cepat, kita tidak boleh meremehkan gunung ini. Tracknya yang terus menanjak, sedikit bonus atau jalan landai, membuat kita terasa berat dalam mendaki, apalagi jika kita jarang berolahraga.

Musim kemarau adalah waktu yang tepat tuk berkunjung ke Gunung Munara. Hal ini dikarenakan jalan setapak yang di dominasi tanah merah, jika diguyur hujan akan mempengaruhi medan pendakian dan sangat menguras tenaga. Sebelum mencapai puncak Gunung Munara, kita bisa menemukan situs-situs bersejarah seperti Goa Petilasan Soekarno, goa Sultan Hasanudin, Batu Quran, Tapak Kabayan. Di sekitar goa terdapat pos 3 dan warung yang menyediakan makanan dan minuman. Pos ini juga merupakan tempat ideal tuk berteduh karena bentuknya seperti altar dengan atap batu yang merupakan bagian dari petilasan.

Pertapaan Soekarno
Pertapaan Soekarno

Tak hanya itu, pada saat mendaki, cukup banyak spot-spot cantik tuk diabadikan dengan kamera, seperti jembatan bamboo, pohon bamboo, akar yang menyelimuti batu sehingga membentuk terowongan, batu-batu besar yang bertumpuk, dan spot lainnya yg tak kalah cantik. Gunung Munara memiliki 3 puncak yang berdiri tegak dengan pemandangan yang indah. Tiga puncak tersebut adalah Puncak Batu Bintang, Taman Tikoro, dan Batu Belah. Puncak Batu Belah merupakan ikon dari gunung ini.

Prasasti Sultan Hasanudin
Prasasti Sultan Hasanudin

Disebut batu belah karena puncak (yang berkontur karang) ini terdiri dari dua batu yang besar dan berdampingan, seolah-olah batu ini terbelah. Dari ketiga puncak tersebut, kita bisa menikmati pemandangan berupa hamparan perkampungan yang dikelilingi perbukitan dan persawahan. Lokasi yang dekat dengan Jakarta, akses yang tidak memakan waktu, jalur pendakian yang cocok untuk pemula, serta keramah-tamahan penduduk setempat, masihkah membuat anda ragu untuk berkunjung ke tempat ini?

 

About Idrisaje -

bukan siapa-siapa. hanya mencoba berdamai dengan takdir Tuhan....

Check Also

10 Rekomendasi Glamping Hits di Jawa Barat

10 Rekomendasi Glamping Hits di Jawa Barat

Taukah kalian? Jika sebagai warga Indonesia sudah tugas  kita untuk lebih mengenal  keanekaragaman dan potensi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *