Home / Blog / Alam & Taman / Hutan Kami Bukan Preman

Hutan Kami Bukan Preman

Indonesia, engkau seharusnya pandai bersyukur kepada Sang Pencipta. Bahkan sebuah lagu menyatakan kalau tongkat kayu dan batu saja bisa jadi tanaman. Tuhan menciptakan Indonesia mungkin dengan perasaan yang sangat bahagia, sehingga disetiap sudut bahkan jengkalnya hanya terlihat bentuk yang sempurna tanpa cacat sedikitpun. Ya begitulah bila menggambarkan keindahan dan kesuburuan Indonesia, terbentang segala hal dari laut, daratan, gunung, terutama hutannya. Dengan populasi hutan yang sangat banyak Indonesia memang pantas disebut sebagai paru paru dunia, menjadi penyejuk di kala dunia terengah engah.

hutan

Terbentang Pepohonan yang berbaris dan berjajar tak kenal lelah dari setiap sudut Indonesia. Hijaunya tak hanya menghidupkan kami, tapi banyak mahluk hidup yang bergantung padamu. Hutan, namamu saja tak pernah menarik. Ditelinga hanya terdengar pohon besar, banyak nyamuk, gelap dan menyeramkan, tapi bagiku kau adalah penyuplai oksigen kami. Namun entah mengapa banyak dari kami yang tidak menyukaimu. Dengan santai memutilasi bagian tubuhmu yang keras, dengan pemotong bising yang mengganggu telinga dan dibawa ke pabrik pabrik tanpa ditanami benih apapun.

sumber : janhe.wordpress
sumber : janhe.wordpress

Dan akhirnya hutan hanya terlihat sebagai potongan kayu tak berguna, sebagai orang bodoh diantara cendikiawan, tak mampu lagi berfungsi sebagai daerah resapan dan rumah bagi para satwa. Tak lagi tangguh menghalau longsor, tak lagi pandai sebagai penyuplai makanan dan sekarang berubah tampilan menjadi sebuah produk yang indah namun tak mengesankan. Hutan kami bukan preman, hutan kami tak pernah mengganggu dan meresahkan, tapi kenapa harus di tebang habis habisan. Indonesia yang di berikan predikat sebagai paru paru dunia mungkin sekarang harus resah. Hutan di Indonesia sudah mulai gundul, di cukur sang tukang cukur yang tak bermoral. Tak hanya mencukur gundul hutan Indonesia, tapi juga menggores Tanah Pertiwi. Satwa pribumi hutan kini tak lagi nyaman, berkelana kekota mencari santapan . Padahal Hutan kami tak meresahkan .

Namun harapan itu masih ada, Indonesia akan terus jadi paru paru dunia. Menjadikan dunia tetap bernafas, dengan pohon pohon yang tak lagi terbatas. Reboisasi, Pemeliharaan hutan Lindung, pemakaian produk hutan yang efisien dan Pengaturan kembali tentang pembalakan liar harus ditegakan. Dengan menjaga keseluruhan dan kehidupan hutan , artinya menjaga kita untuk hidup lebih asri dan lestari. Masih banyak waktu buat anak cucu kami tak hanya sekedar menikmati, namun untuk lebih menjaga dan menghargai. Karena bahagia kami adalah berbagi bersama hutan.

About Fahmi Ardiansyah

Check Also

Keasrian Air Terjun Wera, Donggala

Di Indonesia bagian Timur, cukup banyak tempat wisata yang belum kita ketahui, kali ini kami …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *