Home / Blog / Danau Quarry Bogor, Alternatif Destinasi Cantik dan Indah Untuk Fotografi

Danau Quarry Bogor, Alternatif Destinasi Cantik dan Indah Untuk Fotografi

Berawal dari bekas galian tambang, kemudian timbul genangan air yang tenang berwarna hijau tosca. Pemandangan inilah yang membuat saya penasaran untuk mengunjungi dan menikmati keindahan danau yang dinamakan Danau Quarry. Danau yang terbentuk akibat sisa eks galian ini mendadak menjadi destinasi wisata baru yang sedang hits dikalangan anak muda Bogor.

Danau Quarry merupakan danau yang terbentuk dari bekas pertambangan pemecah batu untuk pembuatan beton. Tambang itu banyak diprotes warga setempat sehingga proyek penambangan berhenti ditengah jalan. Setelah lama tidak digunakan, bekas tambang itu menadah air hujan selama bertahun-tahun dan menjadi danau buatan yang tidak disengaja. Danau yang memiliki air berwarna hijau ini dahulu bernama Danau Jayamix Rumpin.

Secara administratif, Danau Quarry terletak di Kampung Nanggaherang, Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeng, Kabupaten Bogor.  Titik start saya adalah Masjid diseberang kampus UIN Ciputat. Tanpa basa basi, saya berdua dengan teman langsung tancap gas menuju danau Quarry.  Dengan berbekal info dari artikel dan media social, akhirnya saya sampai lokasi setelah menempu perjalanan selama 1,5 jam. Itupun karna kami banyak bertanya kepada warga setempat.

Untuk rutenya, saya mulai dari Ciputat menuju arah Parung. Sampai pasar Parung, masuk ke Jl. H Mawi (Parung ke arah Ciseeng). Ikuti jalan sampe mentok pertigaan, ambil ke kanan arah Rumpin. Disitu saya mulai melihat pedesaan dengan bukit kecil di antara pohon-pohon hijau. Kemudian melewati jembatan yang agak tua, sampai ketemu Situs Gunung Munara). Dari sana jaraknya masih sekitar 8km lagi. Dari Gunung Munara Jalan menuju kesana  banyak yang rusak. Hal ini karena Danau Quarry berada di antara lokasi tambang galian C yang menghasilkan material pasir, batu cadas, dan tanah.

Karena saya tiba siang hari, cuaca disekitar danau ini terasa terik sekali. Ditambah tidak tersedia satupun warung/saung buat kami berteduh. Alhasil topi dan jaket menjadi ‘senjata’ kami tuk berlindug dari panasnya sinar matahari. Meskipun cuaca panas, pemandangan disekitar danau cukup indah. Danaunya yang luas dan terletak diperbukitan membuat cuaca yang terik menjadi tak berarti. Kamipun memanfaatkan situasi ini dengan asyik berfoto ria. Mencari spot yang bagus.

Sekilas dari atas bukit, danau ini mirip dengan Danau Kelimutu yang berada di Flores. Ya, dalam hati danau ini mungkin Danau Kelimutu versi bogor dengan dengan latar belakang yang berbeda. Oh, iya di danau ini kita harus berhati-hati karena banyak kerikil-kerikil yang membuat jalan semakin licin, apalagi kalu kita berada tepat diantara Danau dan bukit. Bebatuan kecil sampai besar suatu saat bisa jatuh menimpa kita.

Hari semakin sore dan pengunjung pun semakin banyak yang datang, kami sudah puas menikmati dan berfoto ria di Danau Quarry. Kamipun  memutuskan untuk pulang karena kalau sudah sore takut hujan. Mungkin lain kali, saya akan kembali kesini pada waktu pagi atau sore hari. Katanya sunrise dan sunset disini cukup bagus.

About Idrisaje -

bukan siapa-siapa. hanya mencoba berdamai dengan takdir Tuhan....

Check Also

Suka Trip yang menantang ? coba saja Riverboarding

Riverboarding merupakan sebuah olahraga yang masuk dalam kategori ekstreem yang dilakukan disungai beraliran air deras …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *