Home / Blog / Danau & Sungai / Berlancar Di Sungai Kampar

Berlancar Di Sungai Kampar

Kampar merupakan sebuah sungai panjang yang turun dari pegunungan Bukit Barisan yang membentuk dari Pulau Sumatera sepanjang pantai barat. Sungai ini melewati Provinsi Riau, akhirnya bermuara  di Selat Malaka, di pantai timur Sumatera. Sungai itu sendiri terbelah menjadi dua cabang besar yang dikenal sebagai Kampar Kanan (cabang kanan Kampar) dan Kampar Kiri (cabang kiri).

Salah satu keunikan alam Indonesia adalah ‘Bono’ di sungai pedalaman Riau. Bono adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar dan merupakan fenomena alam akibat pertemuan arus sungai ke laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat benturan tiga arus air, yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan Aliran Air Sungai Kampar yang berbenturan di muara sungai Kampar dan mendesak masuk ke hulu sehingga menimbulkan gelombang besar yang menggulung dan menghempas jauh kedalam sungai hingga menempuh jarak 50 Km.

Sumber : soloraya

Berselancar di pantai sudah biasa, Tetapi berselancar di Sungai Kampar itu baru luar biasa. Itulah yang diungkapkan oleh banyak peselancar yang sudah mencoba Bono. Ombak Bono dikenal oleh para peselancar internasional dengan sebutan The 7 Ghost, karena Bono punya 7 ombak yang berlapis lapis.

Yang lebih menantang karena di hulu sungai inilah banyak buaya muara yang panjangnya sampai 3 meter. Selain buaya muara juga banyak ular piton dan ular lain yang tidak berbisa ditemui di sini. Seringkali peselancar menjumpai buaya di muara sungai ini, tetapi biasanya mereka akan sembunyi di anak sungai ketika ombak bono datang.

Ombak Bono ini hanya sekali dan tidak berkali-kali seperti dilaut. Peselancar bisa menikmati ombak selama 40 menit lebih. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim hujan di mana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Memang berselancar di sungai berbeda dibandingkan berselancar di laut karena karakter ombaknya sedikit berbeda. Berselancar di sungai membutuhkan stamina yang cukup kuat karena bermain ombak lebih dari 40 menit.

Untuk berselancar di Sungai Kampar yang terbaik adalah menggunakan jasa operator yang berpengalaman atau orang yang mengetahui kondisi lokal. Buat yang ingin menuju Teluk Meranti tempat Ombak Bono terjadi biasanya harus melewati Pekanbaru melalui jalan darat selama 5-6 jam. Kalau jalan sedang longsor, anda bisa menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speedboat selama 4 jam.

Bagi masyarakat sekitar sungai Kampar yang sudah terbiasa dengan Bono, kedatangan Bono disambut dengan memacukan kapal motornya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan pemain selancar. Atraksi ini oleh penduduk tempatan disebut “BEKUDO BONO”, Karena mirip dengan atraksi seorang joki yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar.

Sumber : NewsOkezone

Menurut masyarakat sekitar sungai Kampar Bono ini sebenarnya terdapat di dua lokasi di Provinsi Riau yaitu di Muara (Kuala) Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan dan di Muara (Kuala) Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir. Masyarakat setempat menyebut Bono di Kuala Kampar sebagai BONO JANTAN karena lebih besar, sedangkan Bono di Kuala Rokan sebagai BONO BETINA karena lebih kecil.

Untuk mencapai Kecamatan Teluk Meranti tempat BONO berada ini dapat ditempuh melalu 3 akses ;

  1. Bandar udara Sultan Sarif Kasim II, Pekanbaru – Pangkalan Kerinci-Teluk Meranti dengan waktu tempuh ± 5 lima jam mengunakan angkutan darat. Pilihan moda angkutan dapat menggunakan taksi, angkutan umum (menyambung), mobil rental (travel).
  2. Bandara Hang Nadim, Batam – Tanjungbatu – Penyalai – Teluk Meranti dengan jarak Tempuh ± 5 jam, melalui jalur laut mengunakan transportasi air speed boat.
  3. Pelabuhan Buton Siak – Pangkalan Kerinci – Teluk Meranti dengan jarak tempuh ± 5 jam mengunakan transportasi darat Dari Pangkalan Kerinci bisa ditempuh dua jalur yaitu jalur darat (3,5 jam) dan jalur sungai (2jam).

Selain menonton para peselancar beraksi, kamu juga akan di suguhkan hamparan pasir putih kecoklatan yang indah dengan pola yang khas di sepanjang tepian sungai Kampar yang membentang dari bibir sungai ke daratan, yang merupakan bentangan pantai berpasir sebagai tempat terakhir hempasan gelombang bono, sebelum pecah menjadi arus yang deras menghulu sungai kampar. Lokasi hamparan pasir ini oleh masyarakat tempatan diberi julukan Pantai Ogis.

Lokasi pantai ini merupakan tempat yang ideal bagi pengunjung yang datang menyaksikan kedatangan bono sambil menyaksikan berbagai macam burung bermain di bibir pantai. Di pantai Ogis kita juga dapat menyaksikan gelombang bono memecah seperti sunami kecil atau banjir bandang dalam hitungan detik memenuhi pantai bahkan sampai ke jalan persekitaran pantai, ini dapat disaksikan pada tanggal 1 Muharam, 14 Rabiul Awal, 27 Syawal dan 28 Zulqaidah.

Created by : Berlian Selig

About admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Check Also

Merebah Di Pulau Beralas Pasir

Jika berbicara mengenai pantai di Pulau Bintan umumnya ingatan orang akan tertuju pada Trikora yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *