Home / Blog / Pantai / Berkemah Di Tanjung Jumlai

Berkemah Di Tanjung Jumlai

Mengisi waktu liburan ke pantai ada baiknya mencoba berkunjung ke Pantai Tanjung Jumlai di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Selain alamnya yang masih asri dan terjaga, ombaknya juga tenang sehingga aman bagi keluarga terutama anak-anak untuk berenang. Garis pantai Tanjung Jumlah mencapai lebih dari lima kilo meter yang terbagi dalam tiga segmen pantai yang berada di tiga kelurahan yaitu Saloloang, Tanjung Tengah dan Pantai Corong. Pantai Tanjung Jumlai memiliki pasir kwarsa kasar sehingga dasar laut dapat terlihat jelas. Selain bisa menikmati kawasan pantai yang asri, kawasan pantai Tanjung Jumlai juga memiliki areal yang bisa digunakan sebagai areal perkemahan.

Untuk menikmati keindahan pantai ini, dari kota Balikpapan kita bisa menggunakan kelothok, atau speed boat dari Kampung Baru. Bisa juga menggunakan kapal feri penyeberangan dari Kariangau menuju Penajam (dulu Balikpapan Seberang). Dari Penajam kita bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor atau mobil sampai ke lokasi pantai.

Jalanan menuju ke lokasi pantai juga sudah aspal dan cor semen, jadi meskipun musim hujan kita tetap bisa menjangkau tempat wisata ini. Setelah melewati perkampungan penduduk dengan panorama pohon kelapa di setiap sisi jalan maka tibalah kita di Pantai Tanjung. Jika berkunjung di akhir pekan,  jangan khawatir kehausan karena tersedia warung-warung yang yang menjual aneka minuman baik kemasan maupun minuman segar seperti jus buah, hingga buah kelapa segar. Untuk jajanan, terdapat banyak penjual yang menjajakan makanan ringan seperti bakso dan makanan lainnya.

Begitupun fasilitas mandi dan toilet sudah tersedia sehingga membuat pantai ini nyaman dan layak dikunjungi. Tidak itu saja, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat telah menyediakan  gazebo-gazebo sederhana untuk sekedar duduk bersantai tanpa harus membayar sewa. Selain dari gazebo yang berada ditepi pantai, kita juga bisa menikmati keindahan pantai dari atas jembatan kayu. Jembatan yang terbuat dari kayu ulin ini menjorok lebih kurang sepanjang 150 meter dari bibir pantai. Jembatan minimalis ini juga dihiasi lampu-lampu penerangan kala malam hari. Sedangkan diujung jembatan, dimanfaatkan sebagai spot memancing bagi pengunjung.

Sumber : ElimSahara

Bagi keluarga yang membawa anak kecil, tidak perlu ragu untuk mengajak buah hati berenang karena pantai ini memiliki pasir berwarna coklat dan ombak yang  tenang di saat pagi hingga siang hari. Jika sore hari menjelang gelap ombak memang lebih besar.

Pada saat tertentu, biasanya usai hujan di malam hari, ada kemungkinan pantai ini mendapat “kunjungan” ubur-ubur. Namun tidak perlu khawtir karena kebanyakan ubur-uburnya tidak menyengat dan tidak berbahaya. Sehingga, banyak pengunjung yang bernyali, malah menangkap ubur-ubur putih dan menjadikannya sebagai bahan mainan.

Created by : Berlian Selig

About admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Check Also

Angel’s Billabong. Bidadarinya Nusa Penida Yang Menakjubkan

Hai Travellers! Sudah baca artikel Devil’s Tears, Tebing Air Mata Iblis di Bali? Nah, sekarang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *