Home / Berita BPJ / Backpacker Jakarta: Pendakian Gunung Sindoro Part 3

Backpacker Jakarta: Pendakian Gunung Sindoro Part 3

      “Tak Perlu tertawa atau menangis… Pada Gunung dan Laut karena Gunung dan Laut tak punya Rasa… “

Haloo sahabat petualang, masih ingat penggalan lirik dari Payung teduh diatas bukan?? Memang benar, Gunung dan Laut tak punya rasa, lirik tersebut menyiratkan akan indahnya setiap sudut Negeri kita yang terdiri atas gunung-gunung dan laut dengan panorama tiada tara. Tentu kita yang bisa merasakan keindahan tersebut, sudah sepantasnya bijak dalam mengeksplornya. Berbicara tentang Gunung, kali ini BPJ kembali berhasil menjelajahi Gunung Sindoro untuk yang ketiga kalinya lho! Kita simak bareng yuk, perjalanan kami yang terangkum dalam “Pendakian Gunung Sindoro Part 3” berikut ini.

Foto bersama peserta Sindoro Part 3 sebelum tracking

Pada tanggal 21-22 Januari 2017 lalu, kami beberapa peserta dari member BPJ telah sukses melakukan pendakian di salah satu Gunung di Jawa Tengah yang secara administrative terletak antara kabupaten Temanggung, Wonosobo dan Magelang. Right, Gunung Sindoro namanya. Gunung yang dikenal memiliki ketinggian sekitar 3153 mdpl  ini tentu tak  mudah untuk didaki. Kami berangkat dari mepo sekret tercinta di daerah Cawang UKI pada Jum’at malam pukul 21.30 WIB dengan menggunakan bus berkapasitas 29 seat. Trip dengan biaya sharecost Rp. 290.000,- ini diikuti oleh 26 peserta, dengan CP kak Sultan dan kak Kamil. Untuk tim backup sendiri dibantu oleh Bang Inu dan Bang Stevy/Epen.

basecamp via kledung Sindoro

Setelah menempuh lama perjalanan sekitar 12 jam lebih, sekitar pukul 11.00 WIB kami tiba di basecamp Kledung yang terletak kabupaten Temanggung. Kenapa kami memilih jalur ini? Karena jalur via Kledung dikenal sebagai  jalur favorit bagi pendaki dengan tingkat keamanan yang terjamin serta tingkat kesulitan yang lumayan menantang. Di basecamp inilah, kami melakukan registrasi dan persiapan sebelum memulai perjalanan. Setelah semuanya siap dan peserta lengkap dilanjutkan dengan do’a dan foto bersama, kami berangkat sekitar pukul 13.00 WIB. Satu yang unik di jalur pendakian ini, yakni letaknya yang berdekatan dengan jalur Garung-nya Sumbing dimana tersedia ojek-ojek yang siap mengantarkan kami langsung menuju pos 1 hanya dengan tarif Rp.15.000,-. Dan kami pun memanfaatkan fasilitas ojek gunung tersebut untuk meringankan langkah kami untuk sampai di Pos I.

briefing dan do’a sebelum berangkat

Pemandangan menuju Pos 1 pun terlihat sejuk dengan area perkebunan yang hijau. Sementara untuk menuju Pos 2 (Pos Cawang) sendiri berupa jalanan dengan trek tanah dan pepohonan hutan yang cukup lebat. Waktu demi waktu berlalu, akhirnya langkah kami tiba di Pos 3 yang disebut dengan Pos Seroto. Jarak pos yang terbilang panjang dari pos 2 menuju pos 3 membuat kami lelah dan ingin segera beristirahat. Kami memutuskan untuk ngecamp mendirikan tenda di Pos Sunrise yang letaknya berada sedikit diatas Pos 3. Waktu yang kami butuhkan untuk tracking sampai di puncak sunrise sendiri berkisar antara 4-5jam sesuai stamina dan kecepatan langkah kami. Cerita baru pun dimulai. Cuaca yang tadinya bersahabat, tiba-tiba berubah menjadi hujan yang disertai badai tepat saat kami mulai mendirikan tenda. Bayangkan saja, di ketinggian kurang lebih 2500 mdpl hujan badai tersebut berlangsung cukup lama, yaitu sekitar pukul 18.00-23.00 WIB.

semangat dan kekompakan peserta saat tracking

Pukul 03.30 WIB, kami seluruh peserta bangun untuk prepare summit. Dan kami mulai berangkat tracking summit tepat pukul 04.00 WIB. Dari Pos Sunrise menuju Pos berikutnya ini jalurnya semakin menanjak. Namun track yang menanjak tersebut tak menyurutkan semangat kami untuk sampai di puncak, sebab pemandangan di sekitar kanan kiri kami begitu indah, berupa pohon dan rumput yang segar bekas tersiram hujan. Belum lagi, gagahnya gunung-gunung di seberang dibalut tumpukan awan membuat kami begitu takjub dan terpesona. Yeaayy.. akhirnya, setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dengan liku-liku dan tanjakan tadi, kurang lebih 3 jam atau sekitar pukul 07.00 WIB, kami tiba di Puncak Sindoro 3.153 Mdpl.

jalur tanjakan menuju puncak sindoro

Puncak Sindoro sendiri berupa kawah dengan pecahan/bongkahan bebatuan yang luas. Lapangan yang luas di puncak tersebut bernama “Segoro Wedi” yang mungkin bisa diartikan sebagai lautan pasir. Aktifitas kami di puncak tak lepas dari yang namanya berfoto-foto. Bongkahan batu-batu itu justru menjadi spot yang mendukung kami untuk menghasilkan jepretan yang keren. Meski cuaca tak mampu mempertemukan kami dengan sunrise yang sangat apik, namun background gagahnya gunung-gunung seperti Sumbing dan Merapi yang muncul diantara lautan awan benar-benar menyadarkan kami, akan besarnya keagungan Tuhan di pagi itu. Selain asik berfoto, kegiatan di puncak juga kami isi dengan memasak air untuk sarapan dan menghangatkan badan.

Puncak Sindoro 3.153 mdpl

Puas menikmati panorama dan udara di ketinggian 3.153 mdpl tersebut, kami kembali turun ke pos sunrise tempat kami ngecamp sebelumnya. Sampainya disana, kami segera merapikan tenda dan berkemas packing untuk kembali turun dari pos sunrise sekitar pukul 12.30 WIB. Hebatnya, kami berjalan turun menuju pertengahan Pos 2 itu hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Luar biasa bukan !!

Selanjutnya, hujan pun kembali menemani kami ketika melangkah turun. Dan untuk mempercepat langkah kami serta lebih mempersingkat waktu, perjalanan kami lanjutkan dengan naik ojek dari pertengahan pos 2 menuju basecamp awal dengan tarif Rp.25.000,-. Owh ya usut punya usut, kebersamaan pendakian kali ini juga menghadirkan kisah baru lho. Ada cinta di Sindoro, bahkan beberapa peserta sepertinya tampak nyaman sekali dengan ojek-ojek gunung yang tengah mengantarkan mereka menuju Pos, Cieee…

aktivitas para peserta selama di puncak sindoro

Usai turun dari ojeg yang membuat mereka nyaman tersebut, 26 peserta Trip Sindoro kembali menuju Jakarta dengan sederet foto-foto dan kenangan yang begitu berkesan. Alhamdulillah, Pendakian Mt. Sindoro Part 3 kali ini berjalan lancar  dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Tentu hal ini tak lepas dari kompaknya para peserta selama kegiatan pendakian berlangsung. So far so good.

Nantikan terus kisah keseruan pendakian bareng BPJ selanjutnya ya.. Salam Lestari !!

 

List Peserta Sindoro #3 :

  1. Chandra 13
  2. Bintar 18
  3. Dimas 14
  4. Cica 20
  5. Chandri 11
  6. Tami #nonRT
  7. Agus #nonRT
  8. Yustinus 23
  9. Widdy 09
  10. Zul 18
  11. Ricky 24
  12. Ian #nonRT
  13. Andreas #nonRT
  14. Qania 23
  15. Adhe 23
  16. Ridwan #nonRT
  17. Kingdum #nonRT
  18. Yono #nonRT
  19. Gerald 13
  20. Putut 21
  21. Yono 13
  22. Desi 10
  23. Candra #JM
  24. Fand 10
  25. Ilham 13
  26. Firman 11

 

Testimoni Trip Sindoro Part 3:

Cepe Kamil

“Alhamdulillah Pendakian Sindoro Part 3 ini berjalan lancar, sukses tanpa ada kendala walaupun sempat terkena hujan badai di Pos Sunrise dan terbayarkan ketika esok paginya dengan cuaca yang cerah. Seluruh tim sangat solid dan kompak dalam pendakian ini, semoga dapat terus terjaga di ruang lingkup lainnya dan tetap dapat menjaga kelestarian dan kebersihan alam Indonesia yang indah ini.” (Kamil- Kaka Cepe)

 

Ian- peserta

Pada dasarnya secara biaya trip-nya terbilang ramah dikantong, pesertanya cukup baik dalam bersosialisasi satu dengan yang lainnya.” (Ian-Perwakilan peserta cowok)

 

Cica-Peserta

“Sindoro itu salah satu gunung yang pengen banget gue tanjak sejak 2tahun lalu dan baru kesampean sekarang. Terima kasih untuk perjalanan menyenangkan, penuh canda tawa dan kekeluargaan dari semua keluarga trip Sindoro. Intinya kakakkkk mau Sisca semangatin gak?? Wkwkwk ..Love you all. “(Sisca-Perwakilan peserta cewek)

 

 Foto-foto lainnya

menyempatkan foto di sela-sela break

 

 

Foto bareng peserta di puncak Sindoro

 

Spot keren di puncak Sindoro

 

About Defi Susisusanti

Gadis biasa yang tak punya kelebihan namun punya beragam kegemaran.

Check Also

BPJ ikut berpartisipasi dalam Indonesia Menari 2017

Yeaaay! Galeri Indonesia Akan persembahan Djarum Foundation kembali menghadirkan Indonesia Menari 2017 akan segera berlansung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *