Home / Liputan Trip / Backpacker Jakarta Eksplore Flores Part 3 – Bagian 2

Backpacker Jakarta Eksplore Flores Part 3 – Bagian 2

Baca Artikel sebelumnya : https://backpackerjakarta.com/backpacker-jakarta-eksplore-flores-part-3/

4. PANTAI PINK

pantai pink

Pantai pink adalah salah satu pantai yang sangat terkenal di Indonesia dan juga mancanegara karena pantai pink memiliki pasir bewarna pink dan konon hanya ada di 2 negara saja salah satunya Indonesia. Sebenarnya warna pink dipantai ini berasal dari karang atau serpihan-serpihan biota laut yang mengendap dipasir disepanjang pantai pink sehingga warnanya terlihat pink dan bercampur dengan pasir.Menurut saya pribadi pantai Pink jauh lebih pink yang berada di Lombok.

pantai pink dengan pemandangan indah

Pantai pink flores tidak terlalu pink namun menakjubkan jika kita lihat bawah lautnyaa yang sangat beragam akan karang dan ikan. Terlebih jika menikmati pemandangan dari atas perbukitan maka akan melihat keindahan tersendiri pulau pink yang mempesona.

Pantai Pink Flores

Untuk bawah lautnyaa mungkin ini salah satu yang terbaik yang ada di Flores. Selain arusnya tenang air lautnya yang jernih plus cahaya didalam lautan membuat ciamik pemandangan bawah laut pantai pink. Temen2 BPJ sendiri lebih banyak menikmati keindahan pantainya saja dibanding lautnyaa mungkin karena keindahan pantai dan pasirnya sudah membuat mereka lupa jika keindahan lautnyaa juga tak kalah memukaunya.

Pantai Pink – Sabana pulau pantai Pink

Hari semakin terik dan cuaca dipantai pink sangat panas. Kita akhirnya melanjutkan ketempat selanjutnya sembari makan siang diatas kapal. Tanpa terasa kami sudah berada dikawasan Manta Point yakni sebuah kawasan yang dihuni oleh Ikan Pari. kawasan atau spot ikan pari ini tidak memiliki pulau hanya saja sebuah spot yang arusnya cukup kencang kesukaan para ikan pari beratraksi.

5. MANTA POINT

Manta Point

Kericuhan terjadi saat kami tiba dikawasan spot manta point berada. Pasalnya entah mengapa tiba-tiba saja ada begitu banyak sekali ikan pari berenang2 disekitar kapal yang kita naiki. Ada Ratusan ikan pari yang berenang kesana kemari hingga membuat kami lupa akan makan siang yang tengah kita nikmati.

Makan Siang dulu

Kami begitu beruntung karena saat itu suasana disekitar mnata point sangat sepi sehingga kami dengan leluasa berenang dan menikmati keindahan ikan pari dari dekat. Sebagian teman-teman BPJ ada yang langsung terjun kelaut melihat lebih dekat ikan pari yang berenang namun sebagian lagi lebih memilih menikmati kawanan ikan pari dari atas kapal saja.

manta point alias ikan pari

Sebuah kesempatan yang sangat langka bisa anemikmati begitu banyak ikan pari berenang diberbagai penjuru seolah menyambut kedatangan kami. Sekitar 1 jam lamanya ikan tersebut berenang dikawasan itu akhrnya perlahan satu persatu ikan pari tersebut mulai pergi seiiring dengan hari yang semakin sore. Destinasi selanjutnya yang kami kunjungi adalah Taka Makassar.

6. TAKA MAKASSAR

taka makasar

Sedikit unik memang namnanya karena menggunakan kata Makassar pad apenamaan dipulau yang kecil dan tanpa penghuni ini. Lebih tepatny amirip pulau pasir karena dipualu ini hanya ada pasir putih yang terhampar luas ditengah-tengah lautan.

Kami berhenti di Taka Makasar menikmati keindahan Pantai dan lautnya yang sangat jernih. Hari sudah semakin sore dan kit akemudian melanjutkan kepulau selanjutnya untuk menyandarkan kapal dan bermalam dipulau Gili Laba.

7. GILI LABA

Gili Laba

Namanya memmang mirip dengan pulau Gili Labak yang ada di Madura namun dari segi ukuran dan kontur sangat berbeda. Menurutku Gili Laba Flores jauh ebih bagus dengan banyaknya bukit-bukit menjulang tinggi dan kelokan atau cekungan bibir pantai diantara pulau-pulau kecil disekitarnya.

Bersantai
Makanan sehat selama dikapal

Karena kami memiliki waktu akhirnya kami bergegas kepulau Gili laba untuk menikmati sunset yang saat itu kurang beruntung karena tidak terllau terlihat. Oh ya spot untuk melihat sunset dengan sunrise digili laba berbeda jadi untuk melihat sunrise kita harus melalui treking yang cukup tinggi sekitar 1 jam lamanya.

gili laba flores
sunset gili laba
Suasana Dikapal

Malam telah tiba dan kamipun bersiap makan malam dengan menu yang sangat istimewa dari chef kami. Oh ya dipulau gili Laba banyak kapal2 yang sama seperti kapal kami berlabuh jadi terlihat seperti pelabuhan dadakan karena banyaknya kapal yang juga bersandar dipulau ini. Malam hari sekitar pukul 01.00 dini hari hujan deras datang mengguyur kawasan gili laba. memang cukup kerepotan mengingat banyak tempat dikapal yang basah terkena hembusan air hujan yang cukup deras terbawa angin.

sunrise gili laba

Pagi menjelang subuh untungnya sudah reda sehingga kami bisa melakukan pendakian untuk menikmati Sunrise gili laba yang sangat indah. Treking dari sisi lainya membutuhkan waktu yang lama sekitar 1 jam dan cukup menguras tenaga. Tepat pukul 05.30 pagi kami sampai dipuncak bukit pulau gili laba dan bisa langsung melihat betapa indahnya sunrise pagi itu langsung dari lautan luas.

Pulau gili laba memang cukup luas dan banyak spot kece untuk berfoto sama halnya dengan pulau padar. Kami menyusuri perbukitan nan hijau dan juga mengabadikan keindahan pemandangan yang eksotis karena banyaknya kapal ditengah cekungan pantai membuat keindahan tersendiri jika diamati dari perbukitan gili laba. Puas menikmati gili laba kami selanjutnya bergegas untuk kemudian melanjutkan kedestinasi terakhir yakni Pulau Kanawa.

8. PULAU KENAWA

Welcom di dermaga Pulau Knawa

Berbeda dengan destinasi sebelumnya dimana dipulau tersebut milik masyarakat umum alias tanpa penghuni, pulau Knawa justru merupakan sebuah pulau Resort pribadi. Jadi buat temen2 gak bisa sembarangan masuk kepulau ini. Menurut saya sendiri pulau knawa di Flores biasa saja berbeda halnya dengan pulau kenawa Lombok yang memiliki sabana dan perbukitan yang indah.

Tampak pulau dari jauh

Pulau Knawa lombok memang bukan dijadikan sebuah wisata pantai karena pantainyapun biasa saja tidak ada spesialnya namun justru pemandangan indah datang dari taman bawah lautnya yang ada dipulau ini. Keberanekaragaman biota laut membuat kita akan betah berlama2 memandang bawah lautnya namun untuk karangnya sendiri sepertinya banyak yang sudah rusak entah karna kapal yang berlabuh atau karna sebab lainya. Sekitar 1 jam lebih kita menikmati pulau kenawa akhirnya kami memutuskan untuk pulang kembali kepelabuhan Labuan Bajo mengingat cuaca suadah mulai gelap bertanda akan turun hujan.

Kapal Sailing Labuan Bajo Flores

Tepat sekitar pukul 15.30 kamipun tiba di dermaga. Setelah mengecek semua barang yang dibawa kami kembali kerumah mba nani untuk beristrihat. Malam harinya kami kembali menikmati seafood yang dijual dipinggir dermaga. Benar cuaca memang kurang bersahabat karena turun hujan deras dan cukup lama beruntung perjalanan kami sebelumnya cerah dan banyak keberuntunganya.

Penginapan Labuan Bajo – Perpisahan

Kita akhirnya memutuskan untuk tidur dalam 1 rumah saja agar proses penjemputan menuju Waerebo esokharinya bisa berjalan mudah. Oh ya hari itu kami sudah berpamitan kepada mba nani dan smua kru kapal karena esok paginya kita akan langsung melanjutkan perjalanan menuju desa waerebo menggunakan APV.

Sedikit cemas karena kendaraan yang sudah disewa sebelumnya lost contact jadi akhirnya kita mencari kontak penyewaan mobil yang murah dan beruntungnya lagi bu Fadlun salah satu peserta bisa mendapatkan kontak penyewaan yang murah. Malam semakin larut dan kita memutuskan tidur cepat karena pagi hari harus bangun dan bersiap melakukan perjalanan yang cukup panjang.

Pihak APV sebenarnya sudah berjanji akan menjemput kita tepat pukul 05.00 pagi sesuai itin yang telah kami buat. Namun rupanya ada sedikit kendala dimana salah satu mobilnyabocor ban sehingga kami baru bisa berangkat pukul 08.00 sungguh sangat telat dari jadwal yang telah ditentukan.

 

Bersambung ke Part selanjutnya : https://backpackerjakarta.com/backpacker-jakarta-eksplore-flores-part-3-bagian-3/

About Mr Edoy -

Follow Instagram @emyebpj Web Developer & Traveller Blogger

Check Also

Chapter 1 : Liputan Trip Pendakian Perdana Gunung Kerinci, Gunung Hulu Sangir dan Danau Gunung Tujuh, Jambi

Gunung Kerinci (dieja “Kerintji”) dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) yang merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *