Home / Blog / Gunung / Liputan Trip Pendakian Gunung Sumbing Part #4

Liputan Trip Pendakian Gunung Sumbing Part #4

Alam memang mampu membuat disekelilingnya merasa tenang, meski alurnya cukup membuat dahi mengkerut, tetap saja kaki ini ingin mencoba terus melangkah, kadang tak ada masalah ketika berulangkali membuat jejak ditempat yang sama, ada saja cerita yang terbentuk. Seperti pendakian sumbing yang ke-4 kalinya pada tanggal 21-23 Juli 2017 dengan diikuti sebanyak 28 peserta, dikoordinir (CP) oleh Afri dan Rangga kemudian di back up oleh amiral arif membuat jejak baru bersama para peserta pendaki.

CP Afri
CP Rangga

Biaya sharecost sebesar Rp290.157,-/orang ini Meeting Point pada jam 20.00 WIB, tapi ternyata keberangkatan ditunda hingga jam 00.00 WIB, hal ini dikarenakan ada nya kendala pada bus yang disewa. Meskipun begitu perjalanan tetap berlanjut dan tiba di basecamp garung pukul 11.45 WIB

Awal pendakian jam 13.00 WIB, cuaca saat itu cerah, selain pemandangan Sumbing yang disuguhkan, sebaliknya ada juga pemandangan Sindoro yang terlihat jelas. Diawali dengan naik ojek trail hingga pos 1 ini mengocek biaya Rp25.000,-/ orang dan memakan waktu sekitar 25 menit. Hal ini dapat menghemat tenaga, dan juga sudah menjadi tradisi sederhana tapi membahagiakan, karena menaiki ojek trail ini cukup memacu adrenalin..guys

Cuaca yang cukup cerah menjadikan semangat tersendiri untuk para peserta pendaki, tidak terlepas dari rasa lelah, menyempatkan istirahat sesaat sembari menghirup udara pegunungan yang sejuk. Ketika ingin menuju pos 3, mulailah harus lebih berhati – hati karena akan melewati jalur engkol – engkolan yang tingkat kemiringannya hampir mendekati 60 derajat tanpa ada pegangan (bingungkan?) :D , jalur ini terkenal dikalangan pendaki, dimana perlu tenaga ekstra dan fokus yang cukup tinggi. Hingga akhirnya dari pos 1 hingga pos 3 sampai sekitar jam 16.00 WIB.

 

Karena saat itu ramai pendaki, kemudian dipasar setan tidak cukup tempat mendirikan tenda, maka diputuskan untuk camping di pos 3 saja. Seperti biasa teman – teman peserta pendakian trip Sumbing bersiap mendirikan tenda, ishoma, dan memasak. Dilanjut dengan obrolan hangat bersama peserta hingga pukul 21.00 WIB untuk menyiapkan tenaga ketika summit attack.

Jam 03.00 WIB bersiap-siap dan sarapan, summit sekitar  jam 04.30 WIB.

Ketika perjalanan menuju puncak dimulai, matahari sudah mulai menampakkan keanggunannya sebelum peserta sampai ke puncak, akhirnya beristirahat sejenak sambil menikmati sunrise.

Sampai dipuncak jam 08.30 WIB dengan kondisi yang cukup cerah, Alhamdulillah semua peserta dapat  melakukan summit. Karena sudah cukup siang, maka jam 09.30 WIB turun kembali k pos 3 sampai  jam 11.30 WIB, kembali lagi mempersiapkan masakan dan re-packing bersiap untuk pulang. Jam 15.00 WIB peserta mulai turun hingga sampai basecamp jam 16.00 WIB. Kemudian melakukan bersih-bersih dan mulai perjalanan pulang menuju Jakarta hingga sampi sekre BPJ pada jam 04.30 WIB.

Dokumentasi Foto

https://drive.google.com/drive/folders/0B_XBVYVLaJ47TFpDUzU1TGVXSk0?usp=sharing

https://drive.google.com/folderview?id=0BzoBxXhUtBqWVVY4MjVIeDhEZ1U

 

List Peserta Trip

  1. Pebrianti #28
  2. Feby#20
  3. Widi #8
  4. Bani#ig
  5. Ibrahim#IG
  6. Adam #29
  7. Putut #21
  8. Jefri #29
  9. Roby nonrt
  10. Shinta #8
  11. Ratna#13
  12. Andy non bpj
  13. Aroel #16
  14. Iwan #15
  15. Vray #non bpj
  16. Hans #non bpj
  17. Bongsu #non bpj
  18. Daniel #non bpj
  19. Yahya #non bpj
  20. Imam #non bpj
  21. Yuda #non bpj
  22. Mizard #non bpj
  23. Rizky # non bpj
  24. Samsul #non bpj
  25. Haidir #non bpj
  26. Andre #non bpj
  27. Oktiviana
  28. Ibnu #20

About Afra

IG : afraa03

Check Also

Menyusuri Legenda Cinta di Candi Kembar Plaosan

Tidak jauh dari Candi Prambanan yang ramai wisatawan, kita dapat menemukan sepasang candi kembar yang …

2 comments

  1. abednego sulistijono

    Pengalaman apapun bagi pendaki mejadikan pembelajaran bagi kita smua
    Saya yakin ad hal2 yg belum diceritakan sehingga kejadian ini dialami sa

  2. abednego sulistijono

    Pengalaman apapun bagi pendaki mejadikan pembelajaran bagi kita smua
    Saya yakin ad hal2 yg belum diceritakan sehingga kejadian ini dialami salah satu pendaki

    Mungkin kita harus lebih menghargai dan berlaku sopan
    Yakinilah smua ad yg Empunya

    Thx share pengalaman yg berharga ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *